Tim PHP2D HIMADIKMI UM Metro Gelar Pelatihan Manajemen Pengelolaan dan Branding Wisata Lokal

Tim PHP2D (Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa) Himpunan Mahasiswa Pendidikan Ekonomi (HIMADIKMI) Universitas Muhammadiyah Metro laksanakan pelatihan manajemen  pengelolaan dan branding wisata lokal bertempat di Aula Kelurahan Rejomulyo Metro Selatan, Sabtu (24/10/2021).

Seperti diketahui sebelumnya, pelatihan ini melibatkan dua orang pemateri yakni Founder Payungi, Dharma Setyawan, M.A., dan Staff KUI dan Kerja Sama UM Metro, Bungsudi, S.Pd.

Pelatihan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Dekan III FKIP Syarifudin Latif, M.Pd., perangkat desa, karang taruna dan warga desa Rejomulyo.

Menurut Suarifudin, kegiatan pelatihan ini mendapatkan hibah PHP2D yang diimplemantasikan langsung dalam usaha pengelolaan dan branding wisata Padas Grojok.
“Alhamdulillah kita mendapatkan hibah PHP2D, yang saya yakin mampu berkontribusi besar bagi HIMADIKMI maupun masyarakat Rejomulyo. Tentunya dengan kerjasama mengelola wisata lokal sesuai yang kita inginkan bersama,” ujar Syarifudin.

Sebagai pemateri yang membahas mengenai branding, Bungsudi menyampaiakan harus adanya identitas pembeda antara Padas Grojok dengan yang lainnya.
“Branding ini usaha pemberian identitas pada suaru produk yang mampu memengaruhi konsumen untuk memiliki produk tersebut. Jadi branding ini pembeda. Nanti harus ada pembeda di Padas Grojok ini, sehingga misal ketika orang mencari sesuatu yang terlintas difikirannya adalah PadAs Grojok ini,” ujar Bungsudi.

Salah satu peserta dari desa Rejomulyo, Bapak Suparyo menyatakan adanya keinginan kuat untuk membangun wisata lokal sekaligus perekonomian masyarakat.
“Kami merasa harus berinovasi sehingga tempat ini lebih maju lagi. Nah kami minta kepada bapak Dharma untuk memberi kiat-kiat nya. Kami ingin masyarakat meningkat perekonomian sekaligus pengetahuannya.” Tanya Suparyo.

Selanjutnya Dharma memaparkan mengenai keberhasilan untuk berinovasi salah satunya terletak dalah hal menggerakkan seluruh elemen masyarakat.
“Untuk sukses menggerakkan semuanya, salah satunya dengan gotong royong. Kita mau maju bareng-bareng kan? Kita butuh orang-orang dengan 7S, sabar setia santun solid smart strong dan skill. Payungi itu tidak ada yang diuntungkan kecuali mereka yang mau bekerja. Jadi setelah gelaran, masuk kas, masuk mushola. Jadi saya dan teman-teman kalau mau dapat duit ya dagang. Tidak bisa jadi tukang palak ibaratnya,” Kata Dharma.